Terjal cita
Sekumpulan angan ku tekadkan..
Bermimpi sudah menjadi suatu hal yang indah disetiap hariku..
Berkhayal menari bersama kelap kelip nya indah sang kejora..
Merasuk pada euforia ketenangan jiwa..
Ku pikir.. semuanya akan baik baik saja untuk ku berkelana..
Meletakkan harapan sendiri untuk ku berdiri..
Meyakini sepenuh hati dengan perkasanya ku memulai ini..
Senyum sumringah ku beri pada hari hari yang ku yakini.
Namun.. belum selangit ku melangkah..
Batu tajam menghadang kerasnya hentakanku..
Terjatuh lah aku dalam linangnya air mata..
Namun, ku mencoba bangkit dan melihat cita pada jumantara..
Sejenak ku terdiam..
Dalam benak ku memikirkan.. mengapa bentala citaku sesukar ini?
Belum sampai aku pada tepi cita..
Tetapi segala rintangan terasa sesak sekali rasanya..
Masih ku mencoba bersahabat kembali pada keadaan..
Kembali ku langkahkan kaki mengejar asa..
Rasa lelah, jenuh, dan menyerah selalu menghampiri..
Oh mengapa.. mengapa cepat sekali aku mengeluh pada cita yang belum ku gapai sepenuhnya..
Setelah ku lalui semua yang terjadi..
Terlintas ku berkata pada diri
Jadilah aku yang derana..
Tidak mudah lemah pada kerikil yang menanti..
Terjal jalan yang kulewati.. memanglah harus dilalui pada asa yang ku harapi..
Komentar
Posting Komentar